Warga DKI Diminta Lapor Jika Ada Masalah Pendataan BST

progresifjaya.id, JAKARTA – Guna memastikan penyaluran BST ( Bantuan Sosial Tunai ) bisa diterima warga DKI Jakarta, data penerima terus diperbaharui sesuai dengan kondisi saat ini.

“Pemerintah Provinsi DKI, melalui Dinas Sosial terus berupaya memperbaharui data penerima BST sebesar Rp.300.000ribu, sebagai tindak lanjut pengganti Bantuan Sosial Sembako terdampak Pandemi Covid -19″.
Hal ini, diungkapkan Wakil Gubernur DKI Jakarta Ahmad Riza Patria, di Balai Kota, Selasa (12/1/2021).

Ahmad Riza juga meminta, jika nantinya ada masalah terkait dengan pendataan selayaknya warga masyarakat DKI Jakartta segera melapor.

“Terjadi perubahan kami akan sesuaikan, umpamanya ada yang meninggal dan sebagainya, yang berhak dan tidak berhak. Silakan warga menyampaikan kepada kami terkait masalah pendataan,” tuturnya.

Lebih lanjut dituturkannya, BST merupakan bantuan yang diberikan kepada warga yang semula mendapatkan sembako, BST yang diterima Rp 300.000 per bulan akan  diberikan selama empat bulan, mulai Januari hingga April 2021.

” Pelaksanaan  penyalurannya  dilakukan dua cara, dimana  untuk BST yang bersumber dari APBN akan disalurkan melalui PT Pos Indonesia. Dan, untuk BST yang bersumber dari APBD DKI Jakarta akan disalurkan melalui PT Bank DKI. Mengingat sekarang itu harus dibuat rekening masing -masing warga, jadi harus lebih rigit lagi penerima dan sebagainya,” Imbuh Ahmad Riza Patria.

Wagub menambahkan,
Dinas Sosial Provinsi DKI Jakarta dan Bank DKI sudah mulai menyalurkan BST ke 1.055.216 keluarga penerima manfaat (KPM).

Sejumlah warga di wilayah Kecamatan Kebayoran Lama, Jakarta Selatan penerima BST reka antri mengambil surat pengantar dari Dinas Sosial, di lapangan Bola Basket, Ahmad Yani, Rabu (13/1/2021)- Foto: Asep Sofyan Afandi/PROGRESIFJAYA

Senentara itu, Sekretaris Perusahaan Bank DKI Herry Djufraini menuturkan, Bansos disalurkan melalui rekening yang diberikan dalam bentuk Kartu Tabungan dan Kartu ATM Bank DKI.

Herry menuturkan, pada awal penyaluran, penerima manfaat akan menerima undangan untuk pembukaan rekening paling lambat H-1 sebelum pelaksanaan distribusi, setelah itu, BST akan disalurkan melalui rekening penerima.

“Jadi mereka harus datang dulu untuk pembukaan rekening, seterusnya baru ditransfer. Per bulan ini juga sudah ditransfer,” tuturnya.

Dijelaskan Herry, pembukaan rekening BST dilakukan pada Januari 2021 secara bertahap, mulai dari satu wilayah ke wilayah lainnya. Untuk lokasi pembukaan rekening itu terdapat di 160 titik masing-masing wilayah Kota Administrasi se Provinsi DKI Jakarta. ” Di setiap lokasi melayani pembukaan rekening, setiap harinya maksimal 500 orang,” tuturnya

Disisi lain Hery menuturkan, para penerima BST wajib membawa undangan, KTP, dan KK asli termasuk yang sudah di fotocopy.

“Jika penerima BST berhalangan hadir sesuai dengan jadwal pendistribusian, maka Penerima akan diundang kembali pada undangan kedua hingga undangan ketiga yang dilakukan setelah distribusi pertama selesai pada 5 wilayah DKI Jakarta dan Kepulauan Seribu,” imbuhnya.
Penulis/Editor : Asep Sofyan Af

Bagikan Berita Ini: