Viral Nakes RS Siloam Dianiaya Keluarga Pasien: Terdakwa Dituntut 2 Tahun Penjara

progresifjaya.id, JAKARTA – Ingat viral tenaga kesehatan (nakes) dianiaya keluarga pasien di RS Siloam Sriwijaya, Palembang April 2021. Nah, kini pelakunya Jason Cakrawina (28) dituntut 2 tahun penjara oleh jaksa penuntut umum (JPU) Kejari Palembang, Ursula Dewi, pada sidang online yang digelar di Pengadilan Negeri Kelas 1A/Khusus Palembang, Kamis (22/7).

Dalam tuntutannya jaksa menyatakan, perbuatan terdakwa Jason dianggap telah menyebabkan Nakes atau perawat Christian Ramauli menderita luka  cukup parah di bagian muka.

Peristiwa itu juga menyebabkan perhatian publik di media sosial, karena sebelumnya viral.

“Tuntutan tersebut sebagaimana diatur dalam Pasal 351 ayat 1 KUHP tentang tindak pidana penganiayaan. Meminta majelis hakim mengadili dan menjatuhkan pidana penjara kepada terdakwa dengan pidana penjara selama dua tahun dengan perintah agar terdakwa tetap ditahan,” ujar Ursula seperti dikutip CNN Indonesia.

JPU menjelaskan, penganiayaan yang dilakukan terdakwa Jason terjadi pada April lalu di RS Siloam Sriwijaya Palembang.

Tersangka melakukan penganiayaan setelah mempertanyakan tangan anaknya yang berusia dua tahun berdarah usai dilepas selang infus.

“Namun belum sempat korban menjawab pertanyaan itu, terdakwa langsung emosi dengan memukul pipi kiri serta beberapa bagian tubuh korban meski korban telah meminta maaf kepada terdakwa. Akibatnya, korban mengalami luka lecet di beberapa bagian yakni di dahi dan bibir,” ujar JPU Ursula.
  
Ketua Majelis Hakim Edi Cahyono memberikan waktu satu pekan kepada terdakwa Jason untuk menyusun nota pembelaannya yang akan digelar pada sidang Kamis (29/7) mendatang.

Sebelumnya diberitakan, kekerasan yang dialami perawat Christina Ramauli mencuat setelah video kekerasan yang dialaminya diunggah oleh akun instagram @perawat_peduli_palembang hingga viral di media sosial.

Dalam video berdurasi 35 detik tersebut, Jason yang mengenakan topi putih dan kaos merah terlihat menjambak Christina yang baru saja dibantu berdiri dari posisi duduk oleh rekannya.

Tampak petugas keamanan dan pengunjung rumah sakit melerai dan mencegah Jason untuk kembali menganiaya Christina.

Korban pun kemudian berlari meninggalkan Jason untuk menyelamatkan diri.

Peristiwa tersebut terjadi pada Kamis (15/4) dan Christina membuat laporan polisi pada Jumat (16/4) ke Polrestabes Palembang.

Selain mengalami luka lebam di wajah dan perut, korban pun mengalami trauma psikis usai kejadian tersebut.

Manajemen RS menyerahkan bukti rekaman CCTV dan para perawat yang menjadi saksi kejadian untuk melengkapi berkas perkara yang diperlukan kepolisian.

Pihak RS Siloam Sriwijaya Palembang memastikan bahwa korban sudah menjalankan tugas dan fungsinya sebagai perawat secara optimal dan sesuai standar operasional prosedur (SOP) saat mencabut jarum infus dari tangan anak Jason.

Atas laporan korban, Jason pun akhirnya ditangkap polisi di kediamannya Kecamatan Kayuagung, Kabupaten Ogan Komering Ilir (OKI), Sumsel.

Sejak itu tersangka ditahan dan berkas perkaranya kemudian oleh jaksa dilimpahkan ke pengadilan.

Penulis/Editor: Isa Gautama

Bagikan Berita Ini: