Tim Tabur Kejagung Tangkap Bety Halim Buronan Korupsi Dapen Pertamina

progresifjaya.id, JAKARTA – Tim tangkap buron (Tabur) Kejaksaan Agung (Kejagung) akhirnya menangkap Bety Halim Komisaris Utama PT. Sinergi Millenium Sekuritas dahulu bernama PT Millenium Danatama Sekuritas dalam kasus pusaran korupsi dan Tindak Pidana Pencucian Uang (TPPU) Pembobolan Dana Pensiun (Dapen) pada PT. Pertamina (Persero) yang merugikan negara sebesar Rp.1,4 Triliun.

“Pada Selasa 02 Maret 2021 pukul 21:30 WIB, Tim Tabur Kejaksaan Agung bersama Kejari Jakarta Pusat berhasil mengamankan terpidana tindak pidana korupsi atas nama Bety di Jalan Kemang 1D No. 15 B Gang Langgar, Kelurahan Bangka, Kecamatan Mampang Prapatan, Jakarta Selatan yang merupakan Daftar Pencarian Orang (DPO) Kejari Jakarta Pusat,” kata Kapuspenkum Kejagung, Leonard Eben Ezer Simanjuntak, Jakarta, Rabu, 3 Maret 2021.

Wanita kelahiran Sigli, 43 tahun silam itu diamankan, kata Leonard merupakan terpidana perkara TPPU pembobolan Dapen Pertamina sebesar Rp.1,4 triliun, berdasarkan putusan Mahkamah Agung RI Nomor: 2496 K/Pid.Sus/2020 tanggal 9 September 2020.

“Terdakwa Bety Halim terbukti secara sah dan meyakinkan bersalah melakukan tindak pidana korupsi secara bersama-sama dengan Muhammad Helmy Kamal Lubis dan Edward Seky Soeryadjaya di Kasus Dapen Pertamina,” ujarnya.

Bety Halim pun oleh hakim dijatuhi pidana penjara selama lima tahun dan denda sebesar Rp200 juta subsider enam bulan pidana kurungan serta dihukum membayar uang pengganti sebesar Rp. 777.331.427 yang dikompensasikan dengan uang yang telah dikembalikan oleh terdakwa kepada negara dengan jumlah yang sama di kasus Dapen Pertamina tersebut.

Bety Halim dijadikan tersangka di kasus Dapen Pertamina ini pada 18 Februari 2018.

Dia disebut-sebut berperan sebagai broker yang membawa Dapen Pertamina dengan membujuk Helmy agar membeli saham di PT Sugi Energy milik Edward Soeryadjaja.

Helmi telah divonis oleh hakim MA selama 8 Tahun penjara, sedangkan Edward Soeryadjaja divonis selama 15 tahun penjara.

Putusan para tersangka di kasus Dapen Pertamina itu telah berkekuatan hukum tetap atau inckrah dari MA.

Penulis: Arfandi Tanjung

Bagikan Berita Ini: