Setelah Ditetapkan Tersangka Korupsi Dana Hibah Rp 1,12 Miliar, Ketua KONI Tangsel Rita Juwita Langsung Ditahan

progresifjaya.id, TANGERANG – Telah lama Kejaksaan Negeri (Kejari) Kota Tangerang Selatan (Tangsel) mengusut kasus korupsi dana hibah Komite Olahraga Nasional Indonesia (KONI) daerah tersebut. Namun, selalu kandas, karena bukti-buktinya tidak cukup.

Baru, setelah Bendahara Umum KONI Tangsel Suharyo ditangkap korupsi dana hibah sebesar Rp1,12 miliar terungkap. Ternyata Ketua KONI, Rita Juwita ikut terlibat dalam kasus tindak pidana khusus itu.

Saat diperiksa sebagai tersangka, Kamis (10/6), Rita langsung ditahan Kejari Tangsel dan dititipkan di LP Wanita Tangerang.

Tampak Rita Juwita ke luar dari gedung Kejari Kota Tangsel usai menjalani pemeriksaan dengan mengenakan rompi berwarna merah muda bertuliskan “TAHANAN TINDAK PIDANA KORUPSI KEJAKSAAN NEGERI”. Ikut mengawal Kepala Kejari Kota Tangsel, Aliansyah.

Tersangka Rita Juwita terlihat menunduk saat berjalan ke mobil tahanan berwarna hitam yang sudah terparkir di depan pintu masuk gedung Kejari untuk dibawa ke LP Wanita di Jalan TMP Taruna Kota Tangerang.

Pihak Kejari Kota Tangsel sebelumnya telah menetapkan Suharyo sebagai tersangka. Bendahara Umum KONI itu diduga telah memanipulasi laporan pertangungjawaban (LPJ) sejumlah kegiatan olah raga yang dibiayai oleh dana hibah KONI Kota Tangsel tahun anggaran 2019. 

Aliansyah menyatakan, akibat perbuatan para tersangka tersebut, negara telah dirugikan sebesar Rp 1,12 miliar. Nilai kerugian negara tersebut diperoleh dari hasil penghitungan yang dilakukan dan laporan dari Inspektorat Kota Tangsel.

Sebelumnya pada beberapa kali kesempatan Rita Juwita menyatakan bahwa pemeriksaan Inspektorat sudah clear tidak ada kasus korupsi di lembaga olahraga yang dia pimpin.

“Semua sudah lengkap laporannya, tidak ada yang salah,” katanya bulan lalu usai menyaksikan pelantikan Pengurus Cabang Kick Boxing Kota Tangsel.

Kajari Tangsel Aliyansah menjelaskan, penahanan Rita di LP Wanita Tangerang dilakukan selama 20 hari terhitung mulai hari Kamis (10/6) di tingkat penyidikan. 

Rita diduga melanggar Pasal 2 ayat 1 atau Pasal 3 juncto Pasal 18 UU No 31 Tahun 1999 sebagaimana telah diubah Juncto 55 ayat 1 KUHP Pasal 2 atau 3 Juncto Pasal 18 UU 31/99 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi.

“Sebagaimana diubah dan ditambah UU No 20 Tahun 2021 sebagaimana diubah atas UU 31/1999 tentang Pemberantasan Tippikor juncto Pasal 55 Ayat 1 KUHP. Ancamannya minimal satu tahun, maksimal empat tahun,” tuturnya.

Editor: Isa Gautama

Bagikan Berita Ini: