Sejumlah Pedagang Senang Pasar Pafesta Cisarua Bogor Dikelola YPPSDP Kemhan RI

progresifjaya.id, JAKARTA – Setelah bertahun-tahun terkatung-katung tanpa status yang jelas, sejumlah pedagang yang menempati areal Pasar Festival Cisarua (Pafesta) berlokasi sebelah Pasar Cisarua akhirnya merasa tenang setelah tempat usahanya dikelola oleh Yayasan Pengembangan Potensi Sumber Daya Pertahanan (YPPSDP) dahulu bernama Yayasan Kesejahteraan Pendidikan dan Perumahan (YKPP) Kementerian Pertahanan (Kemhan). 

Kecemasan akan status tanah dan kontrak yang tak pernah jelas menjadikan lokasi usaha yang sangat strategis tersebut tak ramai pengunjung. Manajemen yang amburadul, lalu masalah keamanan maupun kebersihan di tempat mereka berusaha pun tidak terawat.

Namun setelah adanya informasi pengelolaan akan diambil alih oleh YKPP, pedagang dan pengontrak mulai mendapatkan titik cerah.

Seperti yang di sampaikan oleh Irfan (54), salah satu penyewa kios yang menjual pakaian.

Irfan merasa optimis akan adanya usahanya kembali membaik bila pihak pengelola Pafesta dipegang YKPP.

“Selama ini kita bingung dengan status kontrak di sini karena belum pastinya keabsahan dari manajemen yang ada saat ini. Namun setelah saya tahu akan adanya perubahan pengelola, saya optimis dan tenang dalam usaha,” ungkap Irfan kepada progresifjaya.id, Senin (7/6). 

Hal yang sama disampaikan Ibu Yance, salah satu penjual telur.

Dengan penuh antusias, ia mengatakan, sebenarnya banyak peminat yang ingin menyewa lahan usaha di sini cuman mereka takut karena ketidakadanya kejelasan pengelola.

Selain itu, ia mengungkapkan, banyak pedagang yang mengeluh dengan pungutan, baik pungutan keamanan dan kebersihan.

Nyatanya mana? Tempat usaha kita tetap kotor semua, tidak jelas keamanannya cuman diambil uang sampah dimana-mana dan mereka juga kadang kasar kalau menagih,” ungkapnya.

Ibu Yance menuturkan, Pafesta ini strategis bila dikelola dengan baik cuman sayang pihak manajemen dalam hal ini PT Guna Persada hanya mencari keuntungan semata.

“Untuk itu, adanya pihak YKPP yang akan mengelola kita sangat bersyukur. Jujur kami sangat senang bila pengelolaan dilakukan oleh YKPP. Kita dan semua pedagang di sini akan mengadakan syukuran potong kambing bila YKPP yang kelola,” tandasnya.

Lain hal yang disampaikan Hasan, pedagang bubur. Ia mengaku senang dan tenang YKPP yang mengelola Pafesta.

“Sangat senang dengan kehadiran dari tim YKPP bahkan membayar iuran sampah berdasarkan kesepakatan semua pedagang yang hanya 100 ribu per bulan. Tidak seperti yang kemarin banyak pungutannya,” ungkap Hasan

Dari sumber yang diterima progresifjaya.id, Direktur PT. Guna Persada, Adin sejak 2010 memiliki hutang ke YKPP sebesar Rp. 30 miliar dan tidak pernah dibayar. Dalam peminjaman tersebut, Adin menjaminkan sertifikat asli lokasi Pafesta dan telah membuat Akte Pengikatan Jual Beli (PPJB) dengan kuasa menjual dan untuk pembayaran hutang ke YKPP.

Selain memiliki masalah dengan YKPP, Adin tidak membayar pemborong yang membangun Pafesta. Disamping itu, Adin juga berseteru dengan Komisaris PT. Pafesta, yaitu Baharudin Ali.

Penulis: Mus

Bagikan Berita Ini: