Puluhan Kios di Pasar Waru Koja Jakut Mulai Ditata dan Dilegalkan

progresifjaya.id, JAKARTA – Puluhan lapak kios pedagang Pasar Waru di Kelurahan Lagoa, Kecamatan Koja, Jakarta Utara, mulai dibongkar sendiri oleh pemiliknya, Hal ini dilakukan untuk penataan pedagang pasar dalam satu wadah. Penataan kios yang dibantu oleh puluhan PPSU dan Satuan Polisi Pamong Praja dari Kecamatan Koja berjalan aman dan kondusif.

Kios-kios yang berdiri dibahu jalan menutupi akses keluar masuk kendaraan warga ini pantas ditata. Pasalnya, akses jalan menuju pemukiman warga sebagian tertutup oleh kios kios pedagang sayuran.

Hal ini dijelaskan Camat Koja Ade Hermawan melalui Lurah Lagoa Moch. Zakir.

Ia mengatakan, sebelum ada penataan, pihaknya sudah beberapa kali melakukan pertemuan dengan para pedagang dan pihak pengelola pasar dalam rangka mengakomodir para pedagang yang total ada 52 lapak kios dari sisi kanan dan kiri jalan untuk bisa ditata didalam eksesting pasar.

“Ini penataan bukan pembongkaran harap dicermati! Setelah melakukan komunikasi dan koordinasi mereka bersedia membongkar kiosnya sendiri secara kompak tanpa ada paksaan. Kami hanya membantu dan menyediakan logistik dan armada untuk mengangkut puing-puing dan sampah untuk dibuang,” ucap Lurah Lagoa yang didampingi Ketua RW 01 Sutrisno di lokasi pasar, Kamis (10/6/2021).

Adanya kegiatan penataan lapak ini juga diluruskan Ketua RW 01 Sutrisno.

Dia mengatakan, agar tidak ada kesimpangsiuran isu, ini adalah kebijakan pemerintah Jakarta Utara untuk warganya maka saya mendukung keputusan itu melaui beberapa kali pertemuan berkoordinasi dan membangun komunikasi dengan pihak pasar dalam rangka mengakomodir pedagang-pedagang di dalam eksisting.

“Artinya dari pedagang yang tadinya dianggap ilegal, dengan upaya kami bersama tokoh masyarakat yang didukung oleh Pak Lurah dan Pak Camat, kemudian melakukan komunikasi untuk memberikan tempat dagang yang diakui secara resmi oleh Perumda Pasar Jaya, sehingga melalui proses yang cukup panjang sudah kami lakukan. Walaupun beberapa kesempatan memang ada penolakan penolakan, tetapi dengan penjelasan bahwa ini program pemerintah bukan sepihak,” kata Sutrisno.

Masih dengan penjelasan Sutrisno bahwa pembongkaran kios ini bukanlah secara paksa oleh pihak kecamatan namun dengan kesadaran para pedagang membongkar kiosnya masing-masing dibantu PPSU dan Pol PP.

“Saya harus garis bawahi bahwa ini bukanlah penggusuran. Karena apa? Jika dikatakan penggusuran maka tidak ditempatkan. Tapi mereka akan ditempatkan secara manusiawi dan dapat pengakuan secara legal Pasar Jaya seperti pedagang lain,” tambahnya.

Sementara dari salah satu pedagang H. Muid mengakui adanya kesadaran para pedagang yang telah melakukan musyawarah bersama pihak pasar dan tokoh tokoh lain akan pindah dan membongkar kiosnya sendiri.

“Kami membongkar kios karena kesadaran kami, bahwa kami telah menempati tempat yang memakan akses jalan. Tidak ada unsur pemaksaan dari pihak manapun dan ini dilakukan secara bersama,” ucapnya.

Terlihat hadir dalam penataan pasar Camat Koja Ade Hermawan, Kapolsek Koja Kompol A. Rastid, Manpol PP, Lely, Lurah Lagoa Moch. Zakir, Ganisun Jakarta Utara Bono, Ketua Rw 01 Sutrisno dan jajaran Pemda lainya juga ikut hadir.

Penulis: Slamet

Bagikan Berita Ini: