Pemkab Bandung Barat Targetkan 187 Ribu Anak Usia 12-17 Tahun Menerima Vaksin Covid-19

progresifjaya.id, KAB. BANDUNG BARAT – Vaksinasi COVID-19 di Kabupaten Bandung Barat (KBB) sudah menyasar kepada anak-anak di bawah umur. Vaksinasi yang menyasar kepada anak sekolah ini sudah berlangsung sejak 14 Juli lalu.

Selama penerapan PPKM Darurat ini, Pemkab Bandung Barat menyatakan serius untuk menggenjot vaksinasi massal. Anak-anak yang dibolehkan mengikuti vaksin yakni anak-anak yang berusia di atas 12 tahun.

Kepala Bidang Pengendalian dan Pemberantasan Penyakit (P2P) pada Dinas Kesehatan (Dinkes) Bandung Barat Nurul Rasyihan mengatakan selama PPKM ini, Dinkes sudah menggelar vaksinasi massal hampir di semua titik di 165 desa. Sampai saat ini tercatat sudah 417 anak sudah disuntik vaksin COVID-19.

“Untuk vaksinasinya sudah berjalan. Sampai hari ini ada sekitar 417 anak yang sudah divaksinasi. Kalau soal target, itu semaksimal mungkin,” ungkap Nurul, Senin (19/7/2021).

Pemkab Bandung Barat menargetkan sebanyak 187 ribu anak usia 12-17 tahun menerima vaksin COVID-19. Jumlah ratusan ribu anak itu berdasar dari pendataan seluruh Puskesmas di Bandung Barat.

“Jadi data awal ini laporan dari puskesmas karena tiap puskesmas punya data rentang usia warga. Terus di kecamatan juga ada. Jadi untuk data ini belum melibatkan Dinas Pendidikan (Disdik),” paparnya

Progres vaksinasi pada anak ini nyatanya tidak semulus yang diharapkan. Tidak sedikit masyarakat pedesaan yang termakan hoaks mengenai efek samping vaksin. Hal itu menghambat pada keikutsertaan mereka menjalani vaksinasi COVID-19.

“Memang permasalahan di masyarakat itu banyak yang menolak vaksinasi. Karena enggak paham dan terlalu banyak menyerap berita hoaks,” sebutnya.

“Jadi dengan edukasi yang kita berikan dengan melibatkan lintas bidang dan program, diharapkan bisa jadi bekal dan meyakinkan mereka agar mendukung vaksinasi termasuk buat anak-anaknya,” tambah Nurul.

Nurul menjelaskan, vaksinasi ini disiapkan untuk meningkatkan kekebalan pada tubuh. Dengan dosis vaksin yang disuntikkan, bukan berarti virus tidak bisa masuk pada tubuh. Namun, vaksin bisa mencegah gejala berat yang diakibatkan virus.

“Karena (vaksinasi) ini juga kan upaya kita untuk meningkatkan kekebalan pada anak menghindari paparan COVID-19 termasuk persiapan kalau mereka mau sekolah tatap muka lagi,” tandasnya.Penulis: Wawan

Bagikan Berita Ini: