Netizen Budiman Ini Penjelasan Supir Ambulan yang Kerap Dituduh Macam-macam

progresifjaya.id, JAKARTA – Indonesia saat ini masih terus berupaya menghentikan laju penyebaran Covid-19. Tak jarang masyarakat luas kerap kali mendengar suara sirine mobil ambulans lewat.

Namun banyak dari mereka yang menuduh macam-macam terhadap mobil ambulans. Apalagi saat melihat mobil ambulans menyalakan sirine, namun di dalamnya tidak ada pasien.

Akan tetapi, baru-baru ini seorang sopir ambulans mengungkapkan fakta yang jarang diketahui. Lantas apa saja fakta-faktanya?

Melansir dari akun Instagram seminar.medis, Selasa (20/7), simak ulasan informasinya berikut ini.

Baru-baru ini seorang sopir ambulans mengungkapkan fakta yang jarang diketahui. Hal ini mengingat mereka kerap kali mendapat tuduhan dari banyak pihak.

“Sebagai tukang sopir dadakan merangkap kuli angkut peti merangkap tukang panggul jenazah, izinkan saya sedikit menjelaskan tentang apa yang selama ini dituduhkan kepada ambulans,” tulisnya.

“Ini bukan pembelaan diri, karena ambulans memang tidak bersalah. Yang salah adalah mereka yang menyalahgunakan ambulans,” lanjutnya.

“Ambulans kosong masuk kampung, nyalakan sirine. Saat kami menjemput pasien yang kritis ya harus cepat,” katanya.

“Maka saat kami masuk gang, ya kami nyalakan sirine supaya keluarga atau tetangga si sakit mendengar ambulans sudah datang dan mengarahkan kru kami ke rumah ybs,” jelasnya.

“Ketika ada panggilan untuk menyucikan atau memandikan jenazah Covid di rumah warga, kami membawa tiga tim,” jelasnya lagi.

“Ketika jenazah sudah masuk peti dan siap dimakamkan, hanya seorang driver ambulans dan si jenazah yang boleh ada di ambulans. Kru lain tidak boleh masuk, maka dia harus umpek-umpekan di dalam ambulans kedua,” sambungnya.

“Kalau ada ambulans mencurigakan, dihentikan saja dan ditanya tujuannya ke mana, cari siapa. Biar semua jelas,” tulisnya.

“Kalau terindikasi kriminal, laporkan ke Polsek atau babinsa,” lanjutnya.

“Semoga netizen budiman bisa terbuka pikirannya, maturnuwun,” tutupnya.

Editor: Hendy

Bagikan Berita Ini: