Makan di Tempat 20 Menit, Denny Siregar: Gile, Ini Mo Makan Apa Lagi Ujian

progresifjaya.id, JAKARTA – Makan di tempat hanya diberi waktu 20 menit. “Waduh, hitungannya dari mana, tuh. Apa dari sejak disajikan atau dari saat pelanggan datang ke warung makan atau restoran. Jadi, kalo kita mau makan di tempat harus bawa stop wach, karena bisa saja saat makan enak-enak disemprit oleh petugas yang mengawasi,” demikian rangkuman netizen di media sosial.

“Maaf, waktu Anda sudah habis, masih banyak yang menunggu di luar,” demikian kira-kira kata pelayan rumah makan itu berujar kepada pelanggannya yang sedang makan,” seperti dikatakan netizen @muhammad 212.

Dalam perpanjangan PPKM Level 4 yang berlaku di Jawa dan Bali sejak Senin (26/7), Presiden Joko Widodo memberi kelonggaran terhadap warung-warung makan, restoran atau rumah makan.

Mereka boleh beroprasi sampai pukul 20.00 WIB, namun pengunjung dibatasi hanya 25 persen dan waktunya juga hanya 20 menit setiap pengunjung yang makan di tempat.

Keputusan ini diambil dengan pertimbangan aspek ekonomi dan kesehatan. “Namun dengan tetap menjalankan protokol kesehatan yang ketat,” ujar presiden.

Menanggapi hal itu, pegiat media sosial, Denny Siregar menilai, keputusan boleh makan di tempat hanya diberikan waktu 20 menit  terlalu cepat.

“Nunggu steak jadi 15 menit. Persiapan 4 menit. Baru mau nyuap, ada teriakan: Waktu Anda tinggal 1 menit. Selesai gak selesai akan dibereskan,” ujarnya di Twitter, kemarin.

Dia mengibaratkan kebijakan itu seperti seseorang sedang mengikuti ujian yang dikejar oleh waktu. “Gile, ini mo makan apa lagi ujian,” pungkasnya.

Editor: Isa Gautama

Bagikan Berita Ini: