KNKT Harus Ikut Investigasi Tragedi Tewasnya Lansia dari KMP Raja Rakata di Dermaga III Pelabuhan Merak-Banten

progresifjaya.id, JAKARTA – Forum Masyarakat Peduli Keselamatan Transportasi Indonesia (FMPKTI), meminta Komisi Nasional Keselamatan Transportasi (KNKT) turun tangan membantu pihak terkait menyelidiki tradegi kecelakaan yang menewaskan seorang Lansia akibat terjatuh dari gangway KMP Raja Rakata di Dermaga III Pelabuhan Merak-Banten pada Jumat 16/10/2020 itu.

“ Sistem Keamanan, Kelayakan serta Kondisi KMP Raja Rakata perlu diperiksa, termasuk sejumlah Anak Buah Kapal (ABK), apakah kondisi, dan keberadaan tekhnis angkutan laut penumpang dan barang itu, layak atau tidak untuk beroperasi. Apakah para ABKnya juga memiliki kelayakan sertifikasi atau tidak untuk bisa bekerja, dan mengopersikannya,” Tutur Ketua FMPKTI, AS Afandi, Sabtu (17/10/2020).

AS menuturkan, keterlibatan KNKT sangat diperlukan mengingat tugasnya bukan hanya sekedar melakukan investigasi kecelakaan yang sifatnya besar saja, hal sekecil apapun, jika itu kecelakaannya penyebabnya diakibatkan KMP, itu perlu, karena KMP itu beroperasi sebagai transportasi di lautan sekaligus hasil investigasinya itu juga dalam rangka membantu mempercepat penyelidikan aparat terkait.

Sejumlah petugas saat melakukan evakuasi korban kecelakaan yang terjatuh dari gangway KPM Raja Rakat di Dermaga III Pelabuhan Merak Banten, Jumat, 16 Oktober 2020. (Ist)

“ Hal ini diharapkan kedepan kejadian seperti itu bisa diantisipasi, dan tidak terulang kembali. Sehingga para penumpang KMP merasa tenang dan merasa terlindungi  keselamatannya sebagai konsumen,” imbuhnya.

Sebagaimana diketahui, Peristiwa nahas menimpa Tariyah salah seorang warga berasal dari wilayah Kecamatan Panimbang, Kabupaten Pandeglang hingga tewas, mau menyebrang menuju Lampung menggunakan  KMP Raja Rakata milik PT.Jamela Ferry yang sedang sandar untuk proses  bongkar muat barang, dan penumpang   sekitar pukul 10 WIB saat dirinya tengah berjalan di gangway KMP tiba-tiba terjatuh lalu terjepit di KMP. .

Kapolres Cilegon, AKBP Sigit Haryono membenarkan kejadian tewasnya Lansia di Dermaga III Pelabuhan Penyebrangan Merak,  saat itu apal sedang melakukan sandar untuk proses bongkar muat orang atau barang, pada saat muat ada salah seorang penumpang jalan kaki di jalur gangway mau naik ke kapal lalu terjatuh ke bawah.

Usai terjatuh sebelumnya korban sempat terjepit badan Kapal dan Fender Pelabuhan. Selain itu,  Korban juga terjatuh diduga akibat dari Rampd Door khusus pejalan kaki tidak menempel ke kapal akibat alun laut yang cukup kuat. Akibatnya, ada rongga antara ramp door dan kapal.

Kapal saat bertabrakan di Dermaga III Pelabuhan Merak 23 Juni 2020 lalu (dok)

 “Dengan adanya rongga tersebut menyebabkan korban, terjatuh dan mengalami luka dan meninggal dunia saat di bawa ke Rumah Sakit Krakatau Medika (RSKM) Cilegon,” ungkap, AKBP Sigit Haryono.

Sigit menambahkan, untuk kepentingan penyelidikan pihaknya  telah menerjunkan tim Inavis ke lokasi kejadian untuk melakukan Olah Tempat Kejadian Perkara (TKP) dan juga memeriksa sejumlah saksi sementara korban saat ini dilarikan RSKM Cilegon untuk menjalani proses identifikasi, imbuhnya.

Sementara itu, Kepala Cabang PT Angkutan Sungai Danau Penyebrangan (ASDP) Indonesian Ferry Cabang Utama Merak, Hasan Lessy terkesan enggan untuk memberikan komentar. “ Pihaknya  menyerahkan sepenuhnya perihal peristiwa itu kepada Polres Cilegon,” tuturnya.

Penulis/Editor : Asep Sopyan Af

Bagikan Berita Ini: