Kasus Pembunuhan yang Melibatkan Jhon Kei Disidang di PN Jakbar

progresifjaya.id, JAKARTA – Hari Rabu,13 Januari 2021, John Kei akan menjalani sidang perdana atas kasus pembunuhan terhadap anak buah Nus Kei, yakni ER beberapa waktu lalu.

Sedianya sidang akan digelar secara virtual pada pukul 10.00 WIB, di Ruang Utama Pengadilan Negeri Jakarta Barat.

“Rencananya jam 10.00 WIB,” jelas Juru bicara Pengadilan Negeri Jakarta Barat Eko Aryanto kepada sejumlah wartawan yang menunggu sidang sejak pagi hari.

Namun, hingga pukul 13.00 WIB, sidang tak kunjung dimulai. Meski demikian, perlengkapan pendukung virtual sudah disiapkan di ruang sidang.

Adapun, berkas perkara John Kei telah dilimpahkan ke Pengadilan Negeri Jakarta Barat pada Kamis, 30 Desember 2020, lalu.

“Perkara atas nama John Kei dan kawan-kawan telah dilimpahkan Kejaksaan Negeri (Kejari) Jakarta Barat ke Pengadilan Negeri Jakarta Barat pada hari Kamis tanggal 30 Desember 2020. Berkas perkara terdiri dari lima berkas,” terang  Eko.

Sementara itu sebelumnya, anak buah John Kei telah menjalani persidangan sejak 10 September 2020 di Pengadilan Negeri Tangerang.

Dalam sidang yang digelar secara virtual tersebut, jaksa menyebutkan bahwa John Kei sempat mengumpulkan anak buah di kediamannya.

Pertemuan itu diduga sebagai rencana menghabisi Nus Kei lantaran John Kei sempat bertanya hukuman apa yang pantas bagi seorang pengkhianat.

Pada sidang lanjutan, Kamis (5/11/2020), John Kei sempat hadir dan membuat pernyataan.

Ia menyatakan tidak pernah memerintahkan 22 orang terdakwa yang merupakan anak buahnya untuk melakukan penyerangan ke kediaman Nus Kei.

“Saya tidak pernah menyuruh orang-orang itu ke rumah saudara Agrapinus Rumatora (Nus Kei). Tapi itu pengacara Daniel Far Far,” ujar John Kei yang hadir secara virtual dalam sidang pada , Kamis (5/11/2020).

Seperti diketahui,kelompok John Kei telah melakukan penyerangan terhadap Nus Kei di dua lokasi, yakni kawasan Kosambi, Jakarta Barat, dan perumahan Green Lake City pada Minggu (21/6/2020).

Akibat serangan tersebut, satu anak buah Nus Kei berinisial ER tewas dan satu orang lainnya berinisial AR terluka.

Sedangkan satu orang petugas sekurity perumahan mengalami luka karena ditabrak anak buah John Kei dan satu pengendara ojek online tertembak di bagian kaki ketika  anak buah John Kei  melepaskan tujuh kali tembakan.

Selepas kejadian itu, John Kei dan 38 anak buahnya ditangkap di kawasan Bekasi, Jawa Barat, dan beberapa lokasi lain.

Para terdakwa dijerat dengan Undang-Undang Darurat Nomor 12 Tahun 1951, Pasal 340 KUHP tentang Pembunuhan Berencana, Pasal 169 KUHP, Pasal 170 KUHP, dan Pasal 351 KUHP dengan ancaman hukuman mati.

Penulis/Editor: Zulkarnain

Bagikan Berita Ini: